Drs. Suratno


Guru PenjasOrkes

Kabupaten Ngawi merupakan wilayah paling barat dari dari provinsi Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Di kabupaten inilah, aku terlahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara pada tanggal 10 Maret 1959. Ngawi sebagai wilayah dataran tinggi yang di kelilingi perbukitan, pegunungan, dan Gunung Lawu membuat masa kecil hingga remajaku  penuh petualangan. Sejak masa TK, SD, SMP hingga STM aku menetap di kabupaten ini.

Jiwaku yang seorang petualang yang cinta lingkungan, serta didikan orang tua yang disiplin membuatku punya cita-cita sebagai seorang pengabdi negara. Pada tahun 1978, dengan berbekal ijazah STM Mesin, aku diterima sebagai seorang mahasiswa pendidikan jasmani dan olahraga di Universitas Negeri Surakarta (Solo). Masa kuliah aku lalui secara tepat waktu, sehingga akupun lulus pada tahun 1982 sebagai seorang sarjana.

Di tahun kelulusanku sebagai sarjana pada tahun 1982, aku mendapat ikatan dinas wajib militer sebagai perwira TNI AL. Selama 4 bulan aku mendapat pendidikan militer gabungan di Bandung. Setelah pendidikan selesai, akupun ditempatkan di Mabes TNI AL bagian perwira jasmani di GunungSari Jakarta sampai masa ikatan dinas selesai. Setelah ikatan dinas habis tahun 1985, aku tidak memperpanjang ikatan dinas. Selama menunggu adanya lowongan CPNS Guru, aku bekerja di Istora Senayan Jakarta sambil melatih renang di Bulungan daerah Blok M, Jakarta.

Jalan hidup tidak ada yang tahu, kita yang merencanakan Allah yang menentukan. lima tahun kemudian sejak bergelar sarjana, aku menikah dengan gadis pujaanku yang merupakan seorang anggota TNI AU berpangkat sersan. Setahun kemudian tepatnya 1 Maret 1988, akupun diterima sebagai calon pegawai negeri sipil yang bertugas di SMP Batang-batang kabupaten Sumenep. Di sekolah Sumenep inilah, aku secara resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) terhitung mulai tanggal 1 Oktober 1989.

Karena Istri bertugas sebagai anggota TNI AU di Surabaya, akupun mengajukan diri untuk pindah tugas ke Surabaya. Alhamdulillah per tanggal 1 Mei 1991 sudah mulai bertugas di SMPN 24 Surabaya. Hampir 18 tahun mengabdi di SMPN 24 Surabaya, Wali kota Surabaya yang saat itu di pimpin Drs. H. Bambang Dwi Hartono, M.Pd. melakukan pemutaran/mutasi tempat tugas guru untuk mengisi kekurangan guru. Ditempatkanlah aku di SMPN 1 Surabaya karena adanya kekurangan guru Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Sesuai SK pindah tugas yang aku terima, maka terhitung 23 Oktober 2009 sudah mulai bekerja di SMPN 1 Surabaya.

Kini sudah 8 tahun, aku mengabdi di SMPN 1 Surabaya. Berawal dari hobi berkebun, aku membawa tanaman dari desa di Ngawi ke Sekolah. Suweg merupakan salah satu tanaman yang aku boyong dari kampung. Tak disangka kini menjadi icon SMPN 1 Surabaya.

TEACHER TESTIMONIALS

What parents Say about our teacher.

Kerjasama Civitas Sekolah

Salah satu yang paling saya senangi dari sekolah ini adalah terbentuknya civitas sekolah yang bersama-sama memaksimalkan potensi setiap siswa sesuai bakat yang dimiliki.

Achmad Holil

Semua Siswa Jadi Berprestasi

Di sekolah ini, siswa diberi kesempatan menampilkan kemampuan melalui kesempatan yang diciptakan & didesain guru agar menghasilkan prestasi tingkat regional, nasional, ataupun global.

Dyah Sumiwi

Terus Belajar Demi Siswa Kekinian

Disela menyelesaikan tugasnya, guru-guru masih juga belajar "Bagaimana menyampaikan pelajaran ke siswa secara kekinian?" Tentu ini tidaklah mudah bagi guru. Tapi di sekolah inj, semua guru tetap semangat.

Achmad Holil

Prilaku Luhur di Zaman Maju

Dalam pembelajaran menggunakan digital classroom. Guru sekolah ini mampu memberikan hikmah permainan digital tersebut. Alhamdulillah, para siswa jadi berprilaku luhur yang sesuai kemajuan zaman.

Dyah Sumiwi