Kusni Anifah


Guru IPA

Pada tahun 1967 di sebuah kampung kecil di salah  satu sudut kota Surabaya, tepatnya di Jl. Babadan Rukun, aku di lahirkan, aku lahir tepat tanggal 1 Oktober 1967, aku dilahirkan di sebuah BKIA “ IBI “, di Jl. Dupak.  aku adalah anak pertama, ayah dan ibuku adalah seorang wiraswasta yang ulet, bahkan bisa dikatakan sukses pada masa itu. Ibuku asli dari Pacitan dan Bapakku asli dari Jombang, setelah menikah bapak dan ibuku urbanisasi ke Surabaya untuk berwiraswasta jualan jamu seduhan sampai menjadi agen jamu yang besar, sehingga sampai bisa beli rumah. Setelah melahirkan aku anak pertama, aku punya  dua adik yang masih kecil-kecil saat itu, nomer 2 putra dan yang nomor tiga putri. Alhamdulilah semua jadi sarjana, aku menjadi guru, ke dua seorang dokter, ke tiga sarjana ekonomi, sudah almarhumah.

Persaingan untuk jualan jamu semakin besar, sebelum sepi, ibuku sudah inisiatif untuk ganti usaha, akhirnya ibu kursus salon kecantikan pada tahun 1971, setelah lulus ibu mulai buka usaha salon kecantikan di rumah bahkan paling terkenal di wilayah Dupak dan sekitarnya, usaha jamu masih tetap dipertahankan, keluargaku mematuhi pepatah jawa, bahwa bibit kawit usaha tidak boleh dihilangkan, itu yg dipegang teguh dikeluargaku. Karena saking banyaknya pelanggan, ibu sudah mengambil lima orang tenaga pembantu dan keponakan-keponakan yang ikut ibu, ketika itu aku masih kelas 5 SD, aku sudah diajari dan belajar memotong rambut, mulai dari anak-anak sampai dengan orang dewasa baik laki-laki maupun perempuan, Mengeriting rambut sampai dengan menatanya, aku harus bisa membuat orang yang setelah aku tata rambutnya jadi cantik dan ganteng untuk laki-laki setelah potong dan kriting rambut, meski posturku kecil aq harus bisa nyampai, akhirnya saat bekerja aku naik kursi kecil supaya tubuhku sampai,

Aku  sekolah tidak pernah mengenal sekolah TK, aku dulu langsung masuk kelas 1 karena dulu kalau ada putrinya tetangga sekolah aku sering diajak, akhirnya Bu Mien guru kelas 1, aku di tes baca, tulis dan berhitung dan bisa, ketika itu usiaku baru 4 tahun dan aku langsung masuk kelas 1 SD. Masa kecilku dan remajaku sepulang sekolah aku selalu membantu ibu, dan aku merasa senang dan bahagia bisa membantu ibu, meski dengan rutinitas pekerjaan itu, aku masih bisa menyempatkan waktu bermain-main teman sebayaku.

Aku sekolah SD Hanura Bina Putra di dekat rumah dan lulus , kemudian melanjutkan ke  SMP Pancasila juga dekat rumah samapai lulus, setelah itu melanjutkan sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Surabaya ambil jurusan IPA, aku sekolah di SMA tersebut hanya sampai kelas 2, aku  pindah sekolah,bapakku mengijinkan dan kebetulan familiku di Jombang banyak yang profesi guru, akhirnya kelas 3 aku pindah dan bersekolah di SMA Muhammadiyah 1 Jombang. Aku lulus tahun 1985, dan kembali ke Surabaya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, aku sebenarnya tidak punya cita-cita ingin jadi guru, karena aku dulu pendiam, aku ingin jadi dokter, paling tidak aku suka bekerja di laboratorium untuk penelitian, tapi semua aku coba tes ternyata gagal, berarti belum jodohku, akhirnya aku mencari kampus yang mata kuliahnya ada jurusan Biologinya, akhirnya aku pilih Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, kebetulan ada jurusan FKIP MIPA jurusan Biologi, maka aku ambil jurusan itu, semester berjalan sampai semester 6, ketika akan ambil mata kuliah yg baru, betapa terkejutnya disitu ada mata kuliah microteaching, aku baru sadar kalau aku mau jadi guru, aku bingung karena tidak biasa banyak bicara, dan sekaramg harus mengajar didepan kelas.

Singkat ceritanya, sebelum lulus aku sudah mulai mengajar di SMP Taman Dewasa dan Taman Siswa di Prigen Pasuruan meski tidak setiap  hari dan di SMP Darma Surya pada Sore hari, kebetulan suami sudah diangkat jadi Kepala Sekolah di SMP Taman Dewasa Prigen, mengajar di Yayasan Taman Siswa kurang lebih 12 tahun, kemudian setelah melahirkan anak ke dua, Taman Siswa aku tinggalkan, aku mengajar di Surabaya yaitu pagi nya aku mengajar di beberapa sekolah, SMA dan SMP YMCA/IMKA Surabaya mulai tahun 2004-2007, kemudian SMA Sasana Bhakti Surabaya mulai 2004-2012 , yang sore harinya di SMP Darma Surya mulai tahun 1990-2013 , di SMP ini tempat aksi social ku, karena yang sekolah banyak anak-anak yang kurang mampu ekonominya, banyak penjual koran, dan anak2 yang terlantar karena orang tua yang broken, disinilah tempaan ku untuk menjadi guru sekaligus orang tua bagi mereka,

Ketika ada perekrutan guru yang diperbantukan di SMP, aku ikut seleksi, Alhamdulilah di terima pada tahun 2003 angkatan ke satu,  akhirnya pada tahun 2007 ada panggilan untuk diangkat jadi PNS dan  SK diterimakan di Taman Surya, aku ditempatkan di SMPN 1 Surabaya, bersama P.Afandi, P.Sunarko, B.Endang Komsatun, B.Supatmi dan B.Ismiyati, aku merasa khawatir tidak bias mengikuti pembelajaran di SMPN 1 yang terkenal anaknya hebat-hebat, dengan adanya itu akhirnya aku harus banyak belajar dan belajar supaya jadi guru yang baik untuk mereka hingga sampai sekarang. Semoga Allah SWT selalu membimbing dan meridhoi setiap niat dan langkahku, Aamiin3YRA. Barakallah. “ MENJADI GURU YANG BAIK DAN AMANAH BAGI ANAK-ANAK ITULAH CITA-CITAKU “

TESTIMONI

Apa Kata Wali Siswa Tentang Guru Kami?

Terus Belajar Demi Siswa Kekinian

Disela menyelesaikan tugasnya, guru-guru masih juga belajar "Bagaimana menyampaikan pelajaran ke siswa secara kekinian?" Tentu ini tidaklah mudah bagi guru. Tapi di sekolah inj, semua guru tetap semangat.

Achmad Holil

Prilaku Luhur di Zaman Maju

Dalam pembelajaran menggunakan digital classroom. Guru sekolah ini mampu memberikan hikmah permainan digital tersebut. Alhamdulillah, para siswa jadi berprilaku luhur yang sesuai kemajuan zaman.

Dyah Sumiwi