Isnaini


Guru Matematika

Tak terasa masa pengabdianku ikut membantu mencerdaskan anak bangsa tinggal 31 bulan.

Pertama kali pengabdian belajar mengamalkan ilmu di SD Muhammadiyah 11 Surabaya , mulai  29 Juli 1982 , sekolah yang mendapat julukan Mutiara dalam lumpur. Karena letak sekolah ditengah-tengah daerah prostitusi yang terbesar di kota Surabaya , tepatnya Jl. Bangunsari 52-54. Saat itu masih kuliah di IKIP  Muhammadiyah Surabaya. Saya merupakan angkatan pertama dari IKIP Muhammadiyah Surabaya. Belum lulus kok uda ngajar, Subhannallah karena inilah rahasia Ilahi, tanggal 2 Agustus 1982 , Bapak saya pensiun. Dengan begini saya bisa menyelesaikan kuliah. Alhamdulillah   setelah lulus pada tahun ajaran 1984, diberi kepercayaan mengamalkan ilmu di SMA Muhammadiyah 6 Surabaya, tepatnya di Jl. Dupak Jaya . Jadi sejak tahun 1984 mengabdi merangkap di dua tempat karena jaraknya dekat, SD Muhammadiyah 11 dan SMA Muhammadiyah 6.

Pada tahun 1988 Alhamdulillah lulus pengangkatan PNS , di tempatkan di SMP Negeri Jrengik , kecamatan Jrengik ,merupakan kecamatan pertama dari kabupaten Sampang.Saat pak Narto memberitau disini, saya awam dengan kota ini sampai dieja untuk menuliskan j r e n g i k, sudah dilihat dulu tempatnya nanti kan senang. Dengan diantar Bapak terkasih meninjau kesini ,ternyata tempatnya strategis turun di tepi jalan utama. Banyak pengalaman hidup yang didapat disini , karena selama ini dari lahir  dan besar di kota Surabaya. Anak-anak disini berangkat ke sekolah itu merupakan kemauan dan tekad yang besar mengingat jarak dan medan yang dilalui dari tempat tinggal ke sekolah.

Keluar dari ruang guru atau pun kelas terlihat sawah membentang dengan latar belakang pemandangan gunung amat menyenangkan . Suasana seperti begini sebelumnya hanya  saya lihat dikalender atau gambar dibuku , suasana yang jauh dari hiruk pikuk dengan udara yang amat segar jauh dari polusi, tapi ketika matahari pulang keperaduan , saat begini ini yang membuat hati kurang tenang dan nyaman rasanya , menunggu datangnya sang mentari terasa lama banget. Maklum karena baru kali inilah berpisah dari keluarga tercinta.

Akhir tahun 1988 mengakhiri kesendirian ,masa jomblo dan pada tahun 1991 tahun kelahiran putra tercinta , supaya bisa melaksanakan tugas pengabdian mencerdaskan anak bangsa  dan pengabdian pada keluarga berjalan selaras ,serasi dan seimbang, maka saya mengajukan mutasi ke Surabaya. Kepala sekolah mengijinkan saya mutasi , mengingat perjalanan tuk mendapatkan buah hati tercinta tidaklah mudah.

Alhamdulillah tepatnya tanggal 2 Januari 1992, mulai mengawali pengabdian mencerdaskan anak bangsa di SMP Al Irsyad Surabaya,sebagai guru DPK, karena saat itu  SMP Negeri di Surabaya penuh, kata Pak Gafur yang penting bisa pindah ke Surabaya , ASI digalakkan kok anaknya mau  menjadi anak sapi. Disini banyak ilmu yang saya peroleh , cara menghadapi siswa.  Selama sepuluh tahun mengabdi baru ditempat ini saya mendapatkan tantangan dalam menghadapi siswa yang 95% siswa  Arab , India dan Pakistan. Awal mengajar tidak dihiraukan, benar kata pepatah ,tidak kenal maka tak sayang. Setelah pengabdian   berjalan seminggu, anak-anak mulai bisa lebih serius dan menghargai pengajar. Bagiku siapa yang menebar benih yang baik pastilah akan menuai hasil yang baik pula. Dan disini saya mendapatkan amanah putri yang cantik .

Alhamdulillah begitu awal cawu 2 tepatnya bulan November 1999 , saya mutasi di Sekolah Negeri Terbaik di kota Buaya , di SMP Negeri 1 Surabaya. Anak-anak tercinta , kepala Sekolah dan Dewan pengurus kaget , kok mutasinya tidak menunggu sampai anak-anak Unas padahal  saya ditarget bisa menambah rata-rata Unas Matematika. Saya juga tidak mengira begitu mengajukan mutasi langsung diterima dan Senin langsung diminta mengajar oleh pak Mansyur. Saya juga tidak mengetahui kalau selama mengabdi , nilai rata -rata anak-anak yang awalnya dari tiga koma sekian , menjadi enam koma enam lima, ini pengakuan ibu kepala Sekolah saat saya pamit. Kaget juga curhatan bapak guru Matematika dari SMP Al Irsyad ,yang ketemu saat MGMP di SMP Negeri 6 dia guru ketiga yang menggantikan setelah saya mutasi, karena dua guru sebelumnya ditolak anak-anak karena katanya tidak seperti saya. Masha Allah mana ada orang yang sama, orang kembar saja tidak sama kan ? Alhamdulillah .

Sejak November 1999 , saya mengabdi di Spensabaya tercinta sampai saat ini. tak terasa sudah 18 tahun aku jalani profesiku sebagai seorang pendidik di SMP Negeri 1 Surabaya ini. Dan tak terasa pula sudah 35 tahun aku menjalani profesiku sebagai seorang pendidik.

Terima kasihku yang tak terhingga kepada Bapak terkasih Mochammad Asnan dan Bundaku tersayang Cholifaturrofiah yang menginginkanku sebagai pendidik yang belum bisa saya bahagiakan dengan baik, semoga beliau mendapatkan tempat yang terbaik dan terindah disana . Aamiin.

TESTIMONI

Apa Kata Wali Siswa Tentang Guru Kami?

Terus Belajar Demi Siswa Kekinian

Disela menyelesaikan tugasnya, guru-guru masih juga belajar "Bagaimana menyampaikan pelajaran ke siswa secara kekinian?" Tentu ini tidaklah mudah bagi guru. Tapi di sekolah inj, semua guru tetap semangat.

Achmad Holil

Prilaku Luhur di Zaman Maju

Dalam pembelajaran menggunakan digital classroom. Guru sekolah ini mampu memberikan hikmah permainan digital tersebut. Alhamdulillah, para siswa jadi berprilaku luhur yang sesuai kemajuan zaman.

Dyah Sumiwi