Esther Dwi Widyastuti


Guru PA Kristen

Nama lengkap saya Esther Sriwidyastuti, di lingkungan keluarga yang sederhana,saya biasa dipanggil Esther . Saya lahir di Surabaya, 01 September 1972. Saya adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Ayah saya bernama Soedjito dan ibu saya bernama Sri Pangsestu. Ayah saya bekerja sebagai seorang TNI-AL. Sedangkan ibu saya merupakan seorang perawat di RKZ Surabaya. Saya juga mempunyai adik perempuan yang bernama Kristin Mega Wati,jarak umur kami terpaut 10 tahun, adik saya seorang Bidan di RKZ Surabaya, sedangkan saya seorang Guru.

Keluarga kami bertempat tinggal di Jl. Barata Jaya IIA no 19 Surabaya.
Pada tahun 1977,saya mulai memasuki jenjang pendidikan pada usia 5 tahun,yaitu di Taman Kanak-kanak “Pertiwi 3 Surabaya” ,saya menempuh pendidikan TK selama 2 tahun,setelah lulus,kemudian saya melanjutkan ke SDN Barata Jaya namun setelah kelas 4 saya pindah di SDN Tebel II Gedangan-Sidoarjo, setelah itu saya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu di SMP swasta di Sidoarjo. Pada tahun 1988,saya lulus dari sekolah menengah pertama dan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya yaitu di SMKKN 1 Buduran-Sidoarjo  jurusan Tata Boga. Saya mempunyai banyak kegemaran yang beragam. Antara lain, membaca,tari ,dan baca puisi .Pada tahun 1991 saya lulus dan melanjutkan kuliah di STKIP PAK “ Abdi Wacana” Surabaya. Pada tahun 1992 saya mulai mengajar di SDN Tembok Dukuh II Surabaya ( Pagi sy harus mengajar dan sore harus kuliah ), namun pada tahun 1995 saya mengundurkan diri dari SDN Tembok Dukuh dan kembali mendapatkan tempat mengajar dimana sekolah saya dulu yaitu SMKKN 1 Sidoarjo dan SMPN Taman 2 Sidoarjo, namun pada tahun 1999 kembali saya harus mengundurkan diri dan masuk di TK Petra 13 Surabaya, tapi apa hendak dikata pada tahun 2001 saya mengundurkan diri di TK Petra 13 Surabaya, dan kembali melamar bekerja di SMP Hang Tuah 1 Surabaya. Puji Tuhan Tahun 2001 saya lulus tes PNS Kemenag Kota Surabaya dan penempatan di SMP Negeri 1 Surabaya sampai sekarang

TESTIMONI

Apa Kata Wali Siswa Tentang Guru Kami?

Terus Belajar Demi Siswa Kekinian

Disela menyelesaikan tugasnya, guru-guru masih juga belajar "Bagaimana menyampaikan pelajaran ke siswa secara kekinian?" Tentu ini tidaklah mudah bagi guru. Tapi di sekolah inj, semua guru tetap semangat.

Achmad Holil

Prilaku Luhur di Zaman Maju

Dalam pembelajaran menggunakan digital classroom. Guru sekolah ini mampu memberikan hikmah permainan digital tersebut. Alhamdulillah, para siswa jadi berprilaku luhur yang sesuai kemajuan zaman.

Dyah Sumiwi